Allah Sebaik-baik Penolong
Seorang sarjana muda yang baru lulus berusaha untuk segera ingin bekerja. Ya itulah gue.. berharap segera mendapatkan pekerjaan yang baik dan dapat menghasilkan uang hingga dapat bermanfaat untuk orang tua. Sepintas siklus hidup yang gue pikirkan hanya seperti itu, sebuah batasan hidup yang umum manusia di bumi ini mengecap "itu baik" dan pastinya ujung-ujung mentok diduit haha sempit sekali hidup kita ini, bukankan Allah menciptakan kita dengan segala kesempurnaan dari segala makhluk hidup yang Dia ciptakan. Allah memberikan kita telinga namun tidak sedikit yang menggunakannya untuk hal yang Allah larang, Allah menciptakan mulut tidak sedikit manusia yang menggunakannya untuk hal yang Allah benci , Subhanallah dalam Al-Qur'an pun tidak ada satu ayat yang mana Allah memuji dunia itu indah bahkan Allah berfirman dalam yang intinya menjelaskan bahwa Kehidupan di dunia ini adalah permainan dan Rasulullah pun mengatakan manusia hidup di bumi seperti musafir yang hendak beristirahat dibawah pohon lalu pergi lagi.. sebuah renungan untuk pribadi gue dan umumnya pembaca blog gue .
Yups kembali lagi ke cerita gue setelah lulus dengan hasil yang cukup memuaskan akhirnya gue mencoba untuk menApply ake beberapa perusahaan. Waktu itu gue menApply lamaran melalui situs lowongan kerja jobs**t dan ada salah satu perusahaan yang menurut gue itu baik untuk seorang fresh graudate karena terdapat training disana sehingga tidak sulit buat gue ketika nanti gue terjun langsung ke perusahaan untuk bekerja. Lanjut cerita gue hari kedua setelah gue apply terdapat pesan dalam email gue dan ternyata itu adalah undangan tes Psikotes yang ditunjukan kepada gue, seneng, bahagia, dan berpikir Allah itu baik bangat sama gue haha pokonya campur aduk deh :D hehe . Tepat dihari dimana gue melakukan tes psikotes dan hingga akhirnya selesai dikabarin dengan salah satu asisten HRD nya kalo untuk yang lolos dikabarin kembali. Keesokan hari nya ada pesan masuk diemail gue dan ternyata gue dinyatakan LOLOS dalam psikotes ... dengan hati yang bahagia, malu sama Allah (kenapa Allah mempermudah urusan gue, sedangkan dosa lebih banyaaaak dibanding kebaikan gue ). Lanjut cerita akhirnya keesokan harinya gue datang kekantor untuk memenuhi undangan interview, sesampainya dikantor bertemu dengan HRD nya saya diajak masuk keruangan untuk melakukan interview. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh HRD dan gue pun menjawab dengan penuh percaya diri dan semangat. Saat interview ternyata gue sudah disodorkan Surat Tanda Tangan Kontrak.
Pada hari pertama gue masuk kerja dengan agenda training dihari itu. Pada saat mulai datang seorang bisa dibilang itu salah satu orang penting di perusahaan tersebut, ia masuk keruangan yang mana di tempat itu sudah banyak berkumpul calon karyawan X dengan jumlah +- 30 orang. Pada saat itu hal pertama yang kami lakukan adalah memperkenalkan diri kita masing-masing. Selanjutnya giliran orang perusahaan itu memperkenalkan perusahaan tersebut dengan bla... bla... bla.. hingga pada akhirnya saya terfokus mendengar kata RIBA.... setelah itu dijelaskan secara mendetail. Nah ternyata perusahaan tersebut adalah jasa pembuatan software dengan client-clientnya Bank Konvensional. Sebuah kesalahan besar gue adalah tidak mencari tau mengenai perusaahaan tersebut
Pada hari pertama gue masuk kerja dengan agenda training dihari itu. Pada saat mulai datang seorang bisa dibilang itu salah satu orang penting di perusahaan tersebut, ia masuk keruangan yang mana di tempat itu sudah banyak berkumpul calon karyawan X dengan jumlah +- 30 orang. Pada saat itu hal pertama yang kami lakukan adalah memperkenalkan diri kita masing-masing. Selanjutnya giliran orang perusahaan itu memperkenalkan perusahaan tersebut dengan bla... bla... bla.. hingga pada akhirnya saya terfokus mendengar kata RIBA.... setelah itu dijelaskan secara mendetail. Nah ternyata perusahaan tersebut adalah jasa pembuatan software dengan client-clientnya Bank Konvensional. Sebuah kesalahan besar gue adalah tidak mencari tau mengenai perusaahaan tersebut
Komentar
Posting Komentar